Konflik Panas, Adik Kim Jong Un Kirim Ancaman ke Korea Selatan

Konflik panas antara Korea Utara dan Korea Selatan kali ini telah memasuki babak baru. Saat ini bukan Kim Jong Un, namun adik perempuan Pemimpin Korut Kim Jong Un yang dikabarkan secara tidak memberikan ancaman ke Korsel.

Sebagaimana di kutip dari laman The Korea Herald dari Yonhaap, Kim Yo-jong yang juga Wakil Direktur Departemen Pertama Komite Sentral Partai Buruh Korut, memperingatkan akan membatalkan perjanjian pengurangan ketegangan militer dan menutup proyek kawasan industri bersama. Hal ini dikarenakan Seoul dalam laporan tersebut berisi tentang tidak menghentikan gerakan pembelot anti-Pyongyang.

Pihak yang bertentangan dengan Korea Utara terus melakukan aksinya yakni menyebarakan selebaran yang berisikan anti Kim Jong Un. Oleh karena itu, bisa bisa pilhak berwenang di Korea Selatan terpaksa harus membayar mahal jika aksi ini terus dilakukan.

Sumber: CNBC

Karena hal tersebut, adik Kim Jong Un ini menyebut bahwa kelompok yang bertentangan dengan Korea Utara sebagai sampah. Dengan tegas, ia minta agar Korea Selatan segera menindaki kejadian ini tanpa berlindung pada topeng kebebasan berekspresi bagi warganya.

“Jika benar-benar menghargai perjanjian Utara-Selatan dan memiliki keinginan untuk mengimplementasikannya secara utuh, mereka harus membersihkan “sampah” sebelum dengan sembarangan meniup trompet ke para pendukungnya,” jelasnya lagi.

Korea Utara dan Selatan memang di ketahui memiliki sejarah konflik yang amat panjang. Pada tahun ini pula ke dua negara tersebut terlibat ketegangan mengenai perbatasan wilayah. Karena hal tersebut, Korea Utara mengancam akan menarik semua fasilitas kerja sama dengan Korea Selatan di Gunung Kumgang di Pantai Timur. Selain itu Korea Utara berdalih juga akan membangun zona wisata tersendiri.

Sebelumnya pada tahun 2016 Korea Selatan juga menutup komplesk industri  program nuklir dan rudal Pyongyang. Di 2008, Korsel sempat menghentikan proyek bersama lain karena salah satu turisnya tewas di tangan seorang oknum penjaga Korut.

Ia juga diketahui berani mengeluarkan pernyataan balasan ke Presiden AS Donald Trump soal bantuan COVID-19. Ia memperingatkan Trump agar tak salah menilai hubungan pribadi kedua pemimpin negara.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *